Morotai hari ini bukan sekadar ramai tapi penuh rasa. Ibu Gubernur Sherly akhirnya pulang. Bukan sebagai orang asing, tapi sebagai sosok yang punya jejak cerita panjang di tanah ini. Dulu, Morotai adalah bagian dari perjalanan hidup beliau. Sebagai istri dari almarhum *Bapak Benny Laos*, Bupati Morotai yang sangat dicintai rakyatnya, Ibu Sherly pernah melewati hari-hari bersama masyarakat Morotai. Tertawa, berjuang, dan membangun daerah ini dari dekat. Dan hari ini… beliau kembali. Dengan peran yang lebih besar. Sebagai *Gubernur*. Sambutan warga? Jangan ditanya. Pelukan, senyum, air mata haru—semua tumpah jadi satu. Morotai menyambut bukan hanya pemimpin, tapi *keluarga yang pulang ke rumah*. Perjalanan dimulai dari *Desa Buho-Buho*. Di sana, Ibu Gubernur meresmikan gereja—simbol iman, persatuan, dan harapan baru. Dilanjutkan dengan *Gerakan Pangan Murah*, bukti nyata bahwa pemerintah hadir sampai ke desa, bukan cuma janji, tapi aksi. Lanjut ke *Desa Posi-Posi Rau*. Di sini vibes-nya beda: pasar murah yang ramai, lalu sesi *dengar curhat warga*. Tanpa jarak, tanpa sekat. Ibu Gubernur duduk, mendengar, dan menyerap langsung suara masyarakat. Karena bagi beliau, pemimpin itu bukan cuma bicara—tapi siap mendengar. Perjalanan ditutup di *SMA Negeri 1 Morotai*. Bertemu generasi muda, berbagi semangat, dan menitipkan pesan: bahwa masa depan Morotai ada di tangan anak-anak muda yang berani bermimpi dan siap bergerak. Kepulangan ini bukan nostalgia semata. Ini adalah awal babak baru. Tentang cinta yang tak pernah putus, tentang pengabdian yang berlanjut, dan tentang Morotai yang terus melangkah maju.
Video Lainnya
POLISI TANGKAP PEMUDA DAN PAKET GANJA DI MOROTAI
4 hours yang lalu






